ARAH DASAR KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

ARAH DASAR KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

VISI


Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta yang dibangun dan dikembangkan menjadi Umat Allah

yang semakin setia sebagai murid-murid Yesus dalam menanggapi Kabar Gembira keselamatan-Nya dan

yang semakin setia sebagai saksi dan utusan-Nya di mana pun mereka hidup dan bekerja.

MISI


Memberdayakan lingkungan teritorial paroki dan kelompok kategorial agar menjadi umat basis yang semakin berkualitas dalam hal:

Iman: berpusat dalam perayaan Ekaristi, diperdalam dengan pendalaman sabda Tuhan dan ajaran Gereja, dihayati dalam penerimaan sakramen-sakramen;

Persaudaraan: makin dibangun ke dalam (antar sesama orang beriman) dan makin inklusif (dengan tetangga se-RT/RW) dengan kesadaran bahwa kita adalah saudara sesama ciptaan Tuhan dan sesama sebangsa-setanah air;

Pelayanan: dengan tulus peduli pada mereka yang miskin dan terpinggirkan di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi sehingga kehadiran Gereja Katolik memberi makna bagi sesama, terutama yang menderita.

Strategi yang dipilih adalah pastoral gembala baik, dengan meneladan Yesus Kristus, Sang Gembala Utama yang senantiasa mencari domba-domba-Nya yang tersesat dan hilang. Secara kreatif perlu ditemukan cara-cara untuk menggembalakan umat, terutama mereka yang kurang tersapa lewat jalur-jalur struktural, agar akhirnya mereka mengalami penggembalaan Yesus Kristus sendiri.
Pemberdayaan umat basis juga menggulirkan gerakan habitus baru dalam hal lingkungan hidup (sampah) dan pekerja (terutama pekerja rumah tangga dan buruh). Diharapkan, gerakan habitus baru mewujudkan tanggung jawab umat beriman pada lingkungan hidup, yakni tempat tinggal dan mereka yang hidup bersamanya. (Sumber KAJ)

 

LAMBANG USKUP AGUNG JAKARTA

herrisid's picture

LAMBANG USKUP AGUNG JAKARTA - MGR. IGN. SUHARYO

Gunungan: adalah lambang semesta alam. Pohon Kehidupan. Bentuknya bagaikan gunung, lebar di basis, melancip ke atas melambangkan ajakan untuk mengangkat hati kepada Tuhan (dalam bahasa Latin: Sursum Corda).

Gandum dan Anggur: menunjuk peristiwa atau perayaan Ekaristi, pusat religiositas Gereja. Lambang yang sama juga dapat menunjuk kepada jerih payah kerja kaum petani, golongan masyarakat yang pada zaman modern ini selalu dikalahkan. Dengan demikian lambang ini mau mengungkapkan sikap Gereja masa kini, “preferential option for the poor”.

Tongkat: lambang tugas penggembalaan Uskup. Tongkat ini dibentuk mirip gabungan huruf Yunani X (=Chi) dan P (=Rho), yang berbunyi Kristus. Kristus telah menganugerahkan karya keselamatan dan adalah Sang Sabda.

Gulungan Alkitab: melambangkan Kristus Sang Sabda. Gulungan Alkitab ini ada dalam penyinaran Cahaya Api Bintang Timur, yang menunjukkan jalan para arifin ke Bethlekem, dalam semangat “dengan segala kerendahan hati aku melayani Tuhan” (Kis. 20:19).

Topi caping dengan tali gombyok bertingkat: melambangkan tugas hirarkis sebagai Uskup Agung yang diterima oleh Sri Paus. Caping atau topi model Jawa sering dipakai gembala dan petani Jawa. Maka, caping tersebut menjadi lambang penggembalaan. Di samping itu caping juga melindungi, maka juga menjadi lambang perlindungan Tuhan.

Burung Merpati: menggambarkan Allah Roh Kudus Sang Pembimbing, Penghibur yang merasuki dan mengarahkan kehidupan Gereja. Tanda dan gambar ini semua menandakan bahwa meskipun Uskup Agung itu adalah tanda kedudukan yang diberikan Sri Paus, namun demikian Uskup juga, harus dapat mengendalikan diri (gambar tali) dan mengikuti Tuhan yang selalu merasuki hidup kita dalam Roh Kudus.

Serviens Domino cum omni Humilitate Act. 20, 19: gambar dan lambang tersebut dirumuskan dalam kata-kata “Aku melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati” (Kis. 20:19). Cita-cita yang diharapkan dapat menuntun dan memberi kekuatan dalam pelayanan penggembalaan.

Kerendahan hati (dalam bahasa Latin humilis, turunan dari kata dasar humus yang berarti tanah yang amat subur) adalah keutamaan dasar di mana semua keutamaan lain dapat dan diharapkan tumbuh; sekaligus landasan yang memungkinkan terlaksananya tata penggembalaan yang mengikutsertakan dan mengembangkan.

Melayani Tuhan: cakrawala iman ini menjadi landasan untuk memandang sesama sebagai saudara yang dicintai oleh Tuhan dan identitas pemimpin pastoral sebagai pelayan.

 

(parokiarnoldus.org)

Artikel terkait:

  1. Biografi Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta
  2. Penerimaan Resmi Uskup Agung Coadiutor Ignatius Suharyo
  3. Surat Gembala Mgr I. Suharyo
  4. Mengenal Lebih Dekat Mgr. Ignatius Suharyo
  5. Mgr. Ign. Suharyo Menjadi Uskup Koajutor KAJ

http://www.youtube.com/watch?v=M950RPACULY&list=PL939101482F531022

comment/posting pls mailto : parokiku@gmail com


Retret Koord PDPKK se KAJ 11-12 feb 2017 (courtesy:fb. rafaela ab.)

 

MOHON DOANYA BAGI KAMI, SEMOGA KAMI TETAP SETIA....DALAM TUGAS DAN PANGGILAN DAN SEMOGA BANYAK GENERASI MUDA TERPANGGIL UNTUK BEKERJA DI LADANG TUHAN.TERIMA KASIH UNTUK DOANYA N HORASSSSS
pk

pk

 

 

 
ViaViente

Minuman kesehatan untuk
mengatasi penyakit degeneratif
seperti stroke, diabetes,
asam urat, jantung dll.


usahamandiri.viaviente.com

 

 ------------------------------------------------ pk