Opus Dei Di Indonesia

Opus Dei Di Indonesia

”Liberal dan konservatif itu istilah politik, jangan dipakai untuk agama. Opus Dei adalah Katolik waras.” Itulah komentar Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono, menanggapi pertanyaan audiens.

Pertanyaannya adalah ”Apakah Opus Dei itu Katolik liberal atau konservatif?” Mgr Vincentius, bersama Pastor F.X. Zen Taufik (Pastor Opus Dei Indonesia), dan Dr A.C. Mahendra K. Datu (Supernumerary Opus Dei dari Jakarta), tampil sebagai pembicara dalam acara Bedah Buku Biografi St Joemaría Escrivá. Buku itu berjudul ”Seirama Langkah Tuhan”, karya François Gondrand, yang diterjemahkan, dan diterbitkan oleh Penerbit Obor, Jakarta. Hari itu, Sabtu, 9 Juni 2012, pukul 09.0011.30 WIB, Ruang A. 301, Universitas Katolik Widya Mandala, di Jalan Dinoyo, Surabaya, penuh oleh sekitar 200 audiens dari Surabaya, dan beberapa kota di Jawa.

Meskipun ini acara bedah buku tentang seorang santo, tetapi setelah tiga pembicara menyampaikan paparan mereka, diskusi justru terarah ke Lembaga Opus Dei, bukan tentang isi buku itu sendiri. Ini bisa dimaklumi, sebab menurut Mgr Vincentius, masih banyak orang Katolik Indonesia yang tidak tahu Opus Dei, atau tahu tetapi berdasarkan referensi Novel Da Vinci Code karya Dan Brown. Bedah buku ini diselenggarakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala, dengan Griya Semeru, Pusat Opus Dei, di Jalan W.R. Supratman 65, Surabaya.

Biang kerok
Sebelum tiga pembicara menyampaikan paparan mereka, Direktur Penerbit Obor, Romo Agustinus Surianto, menceritakan alasan penerbitan Biografi Santo Escrivá. ”Ketika saya masih menjadi pastor paroki di Sukabumi, pada suatu hari ada umat datang membawa Novel Da Vinci Code. Umat itu bertanya, apakah benar Gereja Katolik seperti ini?” Romo Agus tidak bisa menjawab. Maka, ketika ia menjadi Direktur Penerbit Obor, ada keinginan untuk menerbitkan bukubuku di sekitar Opus Dei dan Santo Josemaría Escrivá, untuk memberi informasi yang benar kepada pembaca.

Kemudian tampil sebagai pembicara pertama Pastor Zen, yang menceritakan pengalaman pribadinya berkenalan dengan Josemaría Escrivá. Pastor kelahiran Jambi 28 Maret 1947 ini merupakan imam Opus Dei satusatunya di Indonesia. Ia ditahbiskan sebagai imam oleh Paus Johanes Paulus II di Basilika St Petrus, Vatikan, 6 Juni 1982. Sebelumnya, ia belajar Mineralogi di Rheinische FriedrichWilhelmsUniversität Bonn, meraih gelar Diplom Mineralog dalam bidang Mineralogi Industri, 1978. Tahun 1974-1978 ia belajar Filsafat lewat pro gram Studium Generales, yang diselenggarakan
oleh Prelatur Personal Opus Dei di Bonn dan Cologne. Tahun 19781980, ia belajar Teologi di Roman College of the Holy Cross; dan 19801982 belajar Lisiantura dan Doktoral Teologi Dogma di University of Navarre, Pamplona, Spanyol. Di sini ia meraih gelar Doktor Teologi.

Romo Zen, memang kenal secara pribadi, dan beberapa kali bertemu dengan Joemaría Escrivá. Setelah Romo Zen, tampillah Mgr Vincentius menyampaikan pokokpokok pikirannya tentang ”Opus Dei dan Kerasulan Awam dalam Gereja”. Berbicara dengan rileks, Mgr Vincentius, atau yang lebih akrab dipanggil Mgr Tikno, menjelaskan keberadaan Opus Dei dalam Gereja Katolik Indonesia. Ia mengaku sejak masih imam sudah disebut sebagai ”provokator Opus Dei”. Kemudian sambil menunjuk ke arah Romo Zen, ia menambahkan: ”Tapi biang keroknya, ya dia itu!” Hadirin pun
menyambutnya dengan gelak tawa. Sebagai pembicara terakhir, Dr A.C. Mahendra K. Datu menceritakan pengalaman pribadinya sebagai anggota Supernumerary Opus Dei.

”Oktopus Dei”
Mahendra menjadi anggota Opus Dei ketika sedang belajar di Singapura. Ia mengaku harus berpikir selama tiga bulan, sebelum memutuskan masuk Opus Dei. Sebagai anggota Supernumerary, ia boleh menikah, bekerja dan hidup berkeluarga. ”Menjadi anggota Opus Dei itu harus bisa mendatangkan berkah bagi lingkungan di sekitar kita.” Kemudian Mahendra, yang kini tinggal di Jakarta, menambahkan: ”Yang dimaksud dengan
lingkungan bukan lingkungan hidup, hingga di sekitar kita banyak pohonpohon; melainkan keadaan di sekitar kita, di rumah, di tempat kerja, semua
menjadi lebih baik dari sebelumnya.”

Selama ini, anggota Opus Dei di Jakarta seperti takut menampilkan jati diri mereka. Hingga inilah pengakuan pertama seorang anggota Opus Dei dari
Jakarta, di depan publik. Mgr Vincentius menyebutkan: ”Saya ini sering disebut sebagai Uskup Opus Dei, bahkan diledek sebagai Oktopus Dei. Ini keliru, sebab di seluruh dunia hanya ada satu Uskup Opus Dei, yang berkedudukan di Roma. Saya juga bukan imam Opus Dei seperti Romo Zen, dan jelas bukan anggota Opus Dei.”

Menurut Mgr Vincentius, 70% anggota Opus Dei adalah Supernumerary. Mereka berkeluarga seperti biasa, dan bekerja sebagai apa saja.

Anggota kedua adalah Numerary, yang hidup selibat, dan wajib tinggal di Pusat Opus Dei, tetapi masih bisa bekerja sebagai apa saja di luar Pusat Opus Dei. Anggota ketiga adalah Associate, yang juga selibat, tetapi karena alasanalasan tertentu, bisa tinggal di lingkungan keluarga masing-masing.
Anggota Numerary dan Associate, hanya 20%. Keempat, Numerary Assistants. Supernumerary, Numerary, dan Associate, bisa terdiri dari laki-laki
dan perempuan, tetapi Numerary Assistants harus perempuan, tinggal di Pusat Opus Dei, dan bekerja penuh untuk mengurus ”rumah tangga”. Jumlah
mereka sekitar 4.000 orang. Selain anggota, ada kelompok Cooperator Opus Dei, yang bukan anggota, dan juga bisa bukan Katolik; serta para imam Opus Dei.

Masuk Surabaya
Opus Dei resmi masuk Keuskupan Surabaya pada 2009, setelah pada 3 April 2007, Paus Benediktus XVI menunjuk Mgr Vincentius sebagai Uskup Surabaya. Sebelumnya, selama lebih dari tiga tahun takhta lowong, setelah Mgr Johannes Sudiarna Hadiwikarta wafat pada 13 Desember 2003. Pada 29 Juni 2007, Mgr Vincentius ditahbiskan sebagai Uskup Surabaya. Sejak itu, isu akan masuknya Opus Dei ke Keuskupan Surabaya santer terdengar. Isu ini juga diperhebat oleh beredarnya Novel Da Vinci Code dan film layar lebarnya pada 2006, yang melu kiskan Opus Dei sebagai sesuatu yang jahat.

Menurut Mgr Vincentius, materi Opus Dei menjadi salah satu agenda pembicaraan dalam Pertemuan Para Uskup Regio Jawa plus Tanjungkarang pada 2008. Dalam pertemuan itu, Mgr Vincentius menjelaskan tentang rencana Opus Dei masuk Keuskupan Surabaya. Dalam khotbah Misa seusai pertemuan, Julius Kardinal Darmaatmadja SJ menyam paikan, kalau Mgr Vincentius beranggapan bahwa Opus Dei akan mendatangkan kebaikan bagi umat Katolik Keuskupan Surabaya, maka silakan saja dijalankan.

Setelah tiga tahun resmi berada di Surabaya, pada 2012 ini Griya Semeru, alias Pusat Opus Dei Surabaya, meluncurkan buku biografi Sang Pendiri, Santo Joemaría Escrivá. Dalam acara ini juga terjadi ”kejutan” dengan tampilnya seorang Supernumerary dari Jakarta sebagai pembicara.

Pada Sabtu, 23 Juni 2012, di Kapel St Theresia Lisieux, Paroki Maria Bunda Karmel Tomang, Jakarta Barat, akan diselenggarakan Misa penghormatan kepada Santo Joemaría Escrivá, dengan selebran utama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Antonio Guido Filipazzi, dan Konselebran Romo Carlos Estrada (Regional Vicar of Opus Dei for the Philippines & Indonesia), dan Romo F.X. Zen Taufik. Di Katedral Surabaya, pada 26 Juni 2012, juga akan diadakan Misa Peringatan Wafat Santo Josemaría Escrivá.

F. Rahardi

(hidupkatolik.com)

HIDUP/F. Rahardi]

Uskup Surabaya, Mgr Vincentius menyampaikan pokok-pokok pikirannya.
0
Your rating: None

Basilika Kerahiman Ilahi di Krakow-Lagiewniki, yang sempat dikonsekrasikan oleh Beato JP II. Di Lagiewniki St. Faustina meninggal dunia.

 

Catholic Church of Our Lady Queen of the World, Sungai Durian, Diocese of Sintang, West Borneo
(FB : catholic church)

Mari kita mendukung Paus Fransiskus dengan banyak berdoa Rosari, sebab saat ini Sri Paus tengah menanggung Salib karena banyak orang hendak menyudutkan beliau dengan menulis hal-hal yang menyesatkan dan ingin merusak kesatuan umat beriman di bawah kepemimpinan Bapa Suci, Wakil Kristus di dunia. Semoga Tuhan mengasihani Paus Fransiskus dan Roh Kudus melindungi seluruh umat beriman.
(FB : Sherley H. Mandelli )

 


 

Mgr Subianto tahbiskan gereja tujuh gunungan atap yang pernah bermasalah. Karena rahmat Kristus, cinta kasih Allah, berkat karunia Roh Kudus, dan bantuan umat beriman di tempat lain, umat beriman Cikampek membangun gereja, bagaikan di padang gurun.
(courtesy :  " penakatolik com")

------------------------------------------------

Kita sedang menggalang dana untuk pembagunan rumah HIV St. Clare Hospice, Lamsai, Lamluka – Thailand Romo Alf Gorky OFM
bagi rekan2 yg ingin membantu ada rekening di bawah ini dengan berita " Thailand "
untuk menghindari penipuan yang di lakukan oleh admin fb gua maria indonesia bisa di cek langsung ke Romo nya bisa dengan emial , whats Up atau "line"
terima kasih