Renungan, 03 Januari 2012
MENGENALI PRIBADI -
3 Januari 2012 -
Yoh 1:29-34
(Renungan Deshi Ramadhani SJ)
Entah berapa banyak model HP atau laptop diciptakan setiap hari. Iklan pun silih berganti. Tuntutan pasar dan persaingan ketat semakin mempercepat produksi. Karena itu tidak ada perangkat yang sempurna. Jika satu dibeli hari ini, segera besok muncul yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah. Berkata "ya" untuk sebuah produk selalu berarti juga berkata "tidak" untuk produk yang lain.
Para pengikut Yesus dalam jemaat Yohanes terus diingatkan, bahwa pilihan mereka akan Yesus juga selalu harus berarti "tidak" pada dosa. Dosa begitu memikat dan membuat kita merasa enak. Karena itu kita enggan melepaskannya. Meskipun kita tahu bahwa kita sudah menjadi anak-anak Allah, mungkin kita selalu berusaha untuk bersembunyi di balik kerumunan sekian banyak anak Allah yang lain. Kita enggan membiarkan diri kita sungguh mengenal dan dikenal oleh-Nya.
Ketika Yohanes mulai berkarya, ia mendapat patokan jelas. Jika ia melihat ada Roh turun ke atas seseorang, tidak diragukan lagi orang itu adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Tidak ada penjelasan mana pun yang lebih meyakinkan daripada pengenalannya yang sangat pribadi akan Yesus. Ia pun bisa ikut mengagumi karya Tuhan seraya berseru, "Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita." Berkata "ya" kepada Yesus perlu selalu kita artikan berkata "tidak" pada dosa.
(facebook.com/BUNDA PENOLONG ABADI)



