Renungan, 05 Januari 2012

MENYAKSIKAN KEBESARAN -
5 Januari 2012 -
Yoh 1:43-51

(Renungan Deshi Ramadhani SJ)
Untuk sebuah tindakan heroik dibutuhkan keberanian. Lebih dari itu, seorang yang melakukan perbuatan heroik selalu membutuhkan banyak orang lain.

Saat ada pemberian penghargaan, sau atau dua tokoh itulah yang akan mendapat pujian. Sekian banyak pihak yang lain tetaplah tersembunyi. Perbuatan besar yang dikenal luas sungguh tampak mengagumkan, sehingga kita lupa akan hal-hal kecil lain yang mutlak diperlukan.

Anggota jemaat Yohanes sadar bahwa mereka dibenci. Ada godaan cukup besar untuk membalasnya dengan membenci, atau setidaknya, membatasi perbuatan baik hanya pada orang yang mereka kasihi saja. Karena itulah kepada mereka ditegaskan, bahwa orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh. Cinta adalah sebuah energi hidup. Melakukan perbuatan heroik mungkin jauh lebih mudah daripada melakukan perbuatan besar dalam bentuk mengasihi sesama secata sederhana setiap hari.

Yesus melakukan perbuatan besar dalam tindakan sederhana saat Ia melihat Natanael duduk di bawah pohon ara. Sungguh, tidak ada kepalsuan di dalamnya. Dunia kita membutuhkan banyak bukti tindakan besar dalam bentuk ketulusan hati. Karena sudah ada ketulusan, Natanael pun akan menyeksikan sesuatu yang lebih besar yang sejati hanya bisa dibangun di atas kebesaran hati yang tulus. Orang ini pun bisa berseru, "Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi."

 

(facebook.com/BUNDA PENOLONG ABADI)

0
Your rating: None