Renungan, 06 Januari 2012

MEMILIKI HIDUP -
6 Januari 2012 -
Mrk 1:7-11

(Renungan Deshi Ramadhani SJ)
Berakhirnya hidup manusia ditentukan dengan mengamati detak jantung. Namun, banyak orang yang jantungnya masih berdenyut, masih sadar penuh, tetapi sudah kehilangan daya hidup. Ia masih "ada" tetapi tidak lagi sungguh "hidup". Hanya orang yang sungguh memperlihatkan tanda "hidup" dalam bentuk antusiasme, yang bisa memberi kesaksian, meyakinkan bahwa hidup ini sungguh anugerah luar biasa.

Jemaat Yohanes mencoba memahami apa yang dilakukan oleh Yesus saat Ia memberi kesaksian dengan seluruh hidupnya. Tiga hal ditunjuk secara khusus: air, darah, dan Roh. Ini mengingatkan akan kejadian yang sangat simbolis saat dari lambung Yesus yang tertikam itu mengalir air dan darah, daya yang membersihkan dan menghidupkan. Lalu, setelah Yesus tidak ada lagi, daya Roh itu yang melanjutkan. Ia memampukan manusia untuk bernapas secara baru, dengan napas ilahi sendiri.

 

Yesus ingin menegaskan itu dalam hidup kita. Ia siap membaptis kita dengan Roh Kudus, jika kita merindukan hidup sejati itu. Dengan ini kita dicelupkan ke dalam luapan Roh Kudus itu, sehingga tidak ada satu bagian terkecil pun dari kita yang tidak dikenai oleh daya Roh itu. Yesus ingin membuat kita sungguh "hidup". Ia ingin agar kehadiran-Nya sungguh kita sadari. Tempat kediaman Tuhan, Yerusalem, pun diajak ikut serta. Kepada kota itu diserukan, "Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem!"

 

(facebook.com/BUNDA PENOLONG ABADI)

 

0
Your rating: None