Renungan, 11 Januari 2012

SUARA TUHAN -
Mrk 1:29-39 -
11 Januari 2012

(Renungan V. Indra Sanjaya Pr.)

Kisah yang kita dengarkan pada hari ini adalah kisah yang biasa disebut panggilan Samuel. Sesuai dengan nazar yang pernah disampaikan kepada Tuhan, ketika anaknya lahir, ibunya menyerahkan anak itu kepada Tuhan. Dan Samuel muda menjadi pelayan di rumah Tuhan di bawah pengawasan imam Eli.

Dikisahkan bahwa tiga kali Samuel dipanggil Allah, dan tiga kali pula Samuel datang kepada Eli karena menganggap bahwa Eli-lah yang memanggilnya. Tentu saja Eli merasa heran karena ia tidak pernah memanggil Samuel. Samuel salah menangkap suara Tuhan. Pada kali ketiga barulah Eli sadar bahwa TUHANlah yang telah memanggil Samuel.

Pengalaman Samuel dan Eli menunjukkan bahwa menangkap dan menentukan suara Tuhan itu tidak selalu mudah. Bisa saja terjadi kekeliruan; suara manusia dianggap suara Tuhan, demikian pun sebaliknya. Silakan Anda membayangkan sendiri bahwa kalau ini terjadi, akibatnya sungguh bisa fatal. Suara manusia dibuat seolah-olah suara Tuhan, dan suara Tuhan dianggap seolah-olah hanya suara manusia.

Untuk dapat menangkap suara Tuhan yang sejati, tampaknya memang dibutuhkan proses discretion senantiasa, serta kejujuran dan keterbukaan hati.

 

(facebook.com/BUNDA PENOLONG ABADI)

0
Your rating: None