Renungan, 16 Pebruari 2012

Sahabat Orang Miskin: Renungan Kamis, 16 Februari 2012
Bacaan hari ini berbicara tentang bagaimana iman tampak dalam hidup sehari-hari. ”Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka”. Secara khusus yang diambil sebagai contoh adalah bagaimana orang beriman harus memperlakukan orang miskin. Dengan kata lain, diskriminasi terhadap orang miskin tidak cocok dengan iman akan Yesus Kristus.

Surat Yakobus mengatakan bahwa hal seperti itu merupakan ”pelanggaran”, terutama karena sikap seperti itu berseberangan dengan sikap Allah sendiri yang tidak memperhitungkan penampilan luaran, tetapi memandang hati (ay 5 bdk Ul 10,17; Kis 10,34 dsb). Bagi penulis surat, iman akan Yesus Kristus juga mencakup usaha untuk meneladan Allah (imitatio Dei).

Lalu? Melihat kenyataan sekitar, harus diakui bahwa ajakan macam ini mungkin menjadi ajakan yang paling sulit dilaksanakan. Siapa sih yang tidak tahu bahwa manusia tidak boleh mendapatkan perlakuan diskriminatif karena perbedaan status sosial dan/atau milik? Saya yakin, semua orang tahu. Tetapi, dari semua yang tahu itu, berapa yang dengan tulus menghidupi pengetahuannya itu? Kita sendiri?

V. Indra Sanjaya Pr
(hidupkatolik.com)
 

0
Your rating: None