Renungan, 17 Pebruari
Iman dan Perbuatan: Renungan Jumat, 17 Februari 2012
Firman yang diwartakan hari ini adalah bagian dari Surat Yakobus yang amat terkenal, yaitu tentang hubungan antara iman dan perbuatan. Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati (bdk ay 17). Teks ini menjadi terkenal terutama karena dianggap secara frontal bertentangan dengan pandangan Paulus yang mengatakan bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena perbuatannya (bdk Rom 4,6; 5,11).
Biarlah orang berdebat mati-matian tentang hal di atas. Yang jelas, hidup dan sikap orang beriman mestinya sesuai dengan yang diimaninya itu. Kalau yang kita imani adalah Yesus yang pernah sungguh memperhatikan sesama-Nya, entah dengan kata atau terutama dengan perbuatan-Nya, maka sudah selayaknya kalau kita juga meneladani-Nya. Sekali lagi muncul di sini gagasan bahwa iman adalah meneladan Yang Diimani.
Lalu? Masalah ini adalah juga masalah klasik, tapi tetap relevan untuk kita. Seperti bisa diamati, di satu pihak, di tengah-tengah kita, iman diungkapkan dengan amat luar biasa meriah. Tetapi, di lain pihak, segala bentuk perbuatan yang tidak sesuai dengan iman, dari yang kasar sampai yang halus, juga berjalan dengan mantap. Anda akan pusing jika melihat perilaku seperti itu. Oleh karena itu, mungkin lebih baik kita pikirkan saja yang paling dekat dengandiri kita, yaitu diri sendiri. Masih hidupkah iman Anda atau sudah mati?
V. Indra Sanjaya Pr
(hidupkatolik.com)



