Renungan, 21 Januari 2012

Kematian Saul: Renungan Sabtu, 21 Januari 2012
Saul mengabaikan kehendak Tuhan, itu sama artinya dia mencelakakan dirinya sendiri. Kejayaannya lama-kelamaan memudar, dan akhirnya dia pun tewas di medan perang. Penyebab kematian Saul tidak begitu jelas, apakah karena bunuh diri (1Sam 31:4), meminta seseorang membunuh dirinya (2Sam 1:6-10), atau memang gugur di medan perang (2Sam 1:4).

Yang jelas, Daud sangat berduka mendengar kematian Saul, apalagi Yonatan juga ikut terbunuh. Bagi mereka, ia lalu menyanyikan sebuah lagu ratapan. Rakyat diajaknya untuk turut berbelasungkawa, meratapi berpulangnya pahlawan-pahlawan terbaik Israel. Daud tidak mengingat lagi segala kejahatan yang dilakukan Saul terhadapnya.

Di sinilah tampak keunggulan Daud. Dia sungguh pribadi yang tulus hati. Kesalahan Saul dilupakannya, kematian Saul juga tidak diinginkan olehnya. Tak ada hasrat sedikit pun dalam diri Daud untuk menyingkirkan Saul dalam rangka merebut posisinya sebagai raja. Saul tetaplah raja yang diurapi Tuhan, dan Daud senantiasa menghormati hal itu.

Bagi banyak orang, memaafkan bukan perkara mudah. Perkataan dan perlakuan buruk lawan terhadap kita sering kali menimbulkan dendam yang tak mudah hilang dari ingatan. Belajar dari Daud, marilah kita mencoba menjadi pribadi yang rela memberi maaf. Sebab, memaafkan orang lain menyembuhkan juga luka-luka di dalam diri kita sendiri.

 

( Johannes Jarot Hadianto - hidupkatolik.com )

0
Your rating: None