Renungan, 26 Januari 2012

Berani Tampil: Renungan Kamis, 26 Januari 2012
"Tampil di muka umum? Gak pe de, ah!” Seberapa sering kita bereaksi seperti ini? Mengapa kita tidak pe de alias percaya diri? Karena kita takut keliru bicara, takut dilihat orang banyak, takut dinilai oleh banyak orang, takut tidak didengarkan, ditolak, dipermalukan, dst.

Bagaimana jika hal tampil di muka umum ini berkenaan dengan iman kita? Banyak orang beriman yang tidak berani menyatakan imannya di hadapan orang-orang lain. Misalnya, tidak mau membagikan pengalaman imannya dalam pertemuan lingkungan. Sementara itu, di tengah-tengah masyarakat luas, masih ada saudara-saudara kita seiman yang merasa lebih aman dan nyaman jika tidak dikenali sebagai orang-orang beriman Kristen/Katolik. Padahal, Yesus berkata, “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.”

Kita menyatakan iman dan identitas iman di muka umum bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk berbagi karunia Allah yang ada di dalam diri kita dengan orang-orang di sekitar kita.

Refleksi pribadi: Apa yang membuatku tidak berani atau tidak percaya diri untuk menyatakan imanku, membagikan pengalaman imanku kepada orang-orang lain? Apa yang aku akan lakukan untuk berani menjadi saksi iman di lingkungan sekitarku?


Yap Fu Lan
Dosen FKIP Atma Jaya Jakarta
(hidupkatolik.com)

0
Your rating: None