Renungan, 31 Oktober 2011

Luk 14:12-14 –
(31 Oktober 2011)

DO UT DES
Realita: Makan bersama adalah tanda kasih persaudaraan. Namun mentalitas do ut des, memberi supaya diberi, mengundang makan supaya diundang makan, bukan pernyataan kasih, tetapi pamrih. Pemberian yang mengharapkan balasan bukan kasih yang murni.

Refleksi Biblis: Yesus berkata: “Apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” Orang-orang Yahudi memandang hina orang cacat fisik dan orang miskin. Orang-orang itu dilarang ikut perayaan liturgi di Bait Allah (Im 21:18). Mereka pun tidak akan diundang pesta, karena tidak akan dapat membalasnya. Allah sendirilah yang akan menggantikan mereka memberi balasannya. Karunia Allah itu akan dianugerahkan pada akhir zaman, saat orang-orang benar dibangkitkan dan memperoleh ganjaran. Orang benar adalah orang yang rela berbagi tanpa pamrih, yang memberi tanpa meminta balas kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang dikucilkan masyarakat.

Rekonsiliasi: Tidak jarang kita pelit dan do ut des dalam memberi. Pada hal pemberian tanpa pamrih yang berkenan kepada Allah. Mengapa? Apa mau kita sekarang?

 

sumber : facebook.com - Stefan Leks - BUNDA PENOLONG ABADI --

0
Your rating: None

comment/posting pls mailto : parokiku@gmail com


Retret Koord PDPKK se KAJ 11-12 feb 2017 (courtesy:fb. rafaela ab.)

 

MOHON DOANYA BAGI KAMI, SEMOGA KAMI TETAP SETIA....DALAM TUGAS DAN PANGGILAN DAN SEMOGA BANYAK GENERASI MUDA TERPANGGIL UNTUK BEKERJA DI LADANG TUHAN.TERIMA KASIH UNTUK DOANYA N HORASSSSS
pk

pk

 

 

 
ViaViente

Minuman kesehatan untuk
mengatasi penyakit degeneratif
seperti stroke, diabetes,
asam urat, jantung dll.


usahamandiri.viaviente.com

 

 ------------------------------------------------ pk