Renungan Rabu, 4 Juli

Ibadah: Renungan Rabu, 4 Juli 2012
Pekan Biasa XIII; Am 5:14-15.21-24; Mzm 50; Mat 8:28-34
Bacaan hari ini menunjukkan secara tegas apa yang dikehendaki Allah sebagaimana diungkapkan oleh Amos. Kebaikan harus dicari, sementara kejahatan harus dihindarkan (ay 14-15). Ini jelas. Yang lebih menghebohkan mungkin adalah bagian kedua dari bacaan ini yang diambil dari Amos 5,21-24. Dengan amat tajam Firman TUHAN menunjukkan sikapnya terhadap ibadah yang dipersembahkan Israel.

Tentu saja hal ini tidak berarti TUHAN sudah berubah pikiran sehingga ibadah Israel yang dulu diperintahkan-Nya untuk dilakukan kini ditolak-Nya. Ibadah Israel ditolak TUHAN karena dilepaskan dari seluruh kehidupan. Oleh karena itu, pada ay 24 setelah mengkritik ibadah TUHAN menambahkan, ”(Tetapi) biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir” (ay 23). Ibadah yang benar mestinya berimbas atau berpengaruh pada kehidupan harian seseorang.

Lalu? Ini topik kuno. Sepasang kata yang sudah kita kenal, ’altar dan pasar’ atau ’altar dan latar’ atau apa pun juga, sebenarnya merupakan ungkapan kesadaran, ibadah mesti berpengaruh pada hidup sehari-hari. Sementara hidup sehari-hari pada gilirannya juga dipersembahkan kepada Allah sebagai ibadah. Tetapi, rasanya hal ini tetap relevan diingatkan karena orang bisa saja terlalu asyik dengan satu hal dan melupakan yang lain.

V. Indra Sanjaya Pr

(hidupkatolik.com)

0
Your rating: None

Basilika Kerahiman Ilahi di Krakow-Lagiewniki, yang sempat dikonsekrasikan oleh Beato JP II. Di Lagiewniki St. Faustina meninggal dunia.

 

Kami yang ditandai Salib -  (Parokik Santo Ignatius Cimahi)