YANG TERAKHIR MENJADI PERTAMA Luk 13:30

YANG TERAKHIR MENJADI PERTAMA 
Luk 13:30
“Sesungguhnya ada orang yang terakhir
yang akan menjadi orang yang pertama
dan ada orang yang pertama
yang akan menjadi orang yang terakhir."

Keselamatan adalah pemberian semata-mata.
Seberapa mahalnya? Sesusahnya membuka hati.
Sesusahnya membuka tangan untuk menerimanya.
“Ah, itu gampang, bukan?” Justru susah sekali.
Sebab hati banyak manusia lebih keras dari batu,
sedangkan tangan mereka kering, tak bisa bergerak.

Maka, Sang Guru bicara tentang pintu yang sempit.
Untuk masuk ke dalamnya, manusia harus berjuang.
Yang antre pertama, menjadi terakhir karena dua alasan.
Sebab yang memberi tiket masuk, ada di belakang;
lalu, orang yang yakin akan dapat tiket,
tidak pernah merasa berdosa, sehingga tidak bertobat.

Inilah sebabnya Sang Guru mencari orang berdosa,
bukan orang yang menganggap diri benar.
Si ‘benar’ harus dulu mengakui kedosaannya.
Inilah pintu yang paling sempit baginya…
Dia susah sekali mengerti bahwa dia sombong.

Dosa manakah yang paling berbahaya
dan harus diberantas tanpa ampun?
Dosa berupa keyakinan: aku sudah benar, tak berdosa!

©SL 25 Agustus 2013

sumber : facebook.com - Stefan Leks

0
Your rating: None

Basilika Kerahiman Ilahi di Krakow-Lagiewniki, yang sempat dikonsekrasikan oleh Beato JP II. Di Lagiewniki St. Faustina meninggal dunia.

 

Catholic Church of St. Hilarius, Näfels, Diocese of Sankt Gallen, Switzerland
(FB : catholic church)

Mari kita mendukung Paus Fransiskus dengan banyak berdoa Rosari, sebab saat ini Sri Paus tengah menanggung Salib karena banyak orang hendak menyudutkan beliau dengan menulis hal-hal yang menyesatkan dan ingin merusak kesatuan umat beriman di bawah kepemimpinan Bapa Suci, Wakil Kristus di dunia. Semoga Tuhan mengasihani Paus Fransiskus dan Roh Kudus melindungi seluruh umat beriman.
(FB : Sherley H. Mandelli )

 


 

Mgr Subianto tahbiskan gereja tujuh gunungan atap yang pernah bermasalah. Karena rahmat Kristus, cinta kasih Allah, berkat karunia Roh Kudus, dan bantuan umat beriman di tempat lain, umat beriman Cikampek membangun gereja, bagaikan di padang gurun.
(courtesy :  " penakatolik com")