Yohanes Paulus II Jadi 'Beato'
Paus Benediktus XVI, Minggu (1/5/2011), membeatifikasi Paus Yohanes Paulus II di hadapan lebih dari sejuta umat di Lapangan Santo Petrus di Vatican City, yang membuat almarhum Paus itu selangkah lebih dekat untuk mendapat status orang suci bagi orang Katolik.
Umat di Roma dan kota-kota di seluruh dunia bersorak gembira, meneteskan air mata, dan bertepuk tangan saat Paus Benediktus XVI selesai menyatakan, "Mulai sekarang Paus Yohanes Paulus II disebut beato, 'yang terberkati'," dan sebuah banner dengan gambar wajah Paus asal Polandia itu dibuka di bagian muka Basilika Santo Petrus.
"Dia memberikan kembali pada Kristianitas wajah aslinya sebagai sebuah agama harapan," kata Benediktus XVI dalam khotbahnya, merujuk pada peran menentukan Yohanes Paulus II dalam membantu meruntuhkan komunisme.
Beatifikasi adalah langkah di jalur menuju kemungkinan menjadi santo/santa (orang suci), salah satu penghargaan tertinggi Gereja Katolik.
Sebanyak 86 delegasi resmi juga hadir dalam upacara itu dan para peziarah melambai-lambaikan bendera dari seluruh dunia di lapangan yang bermandikan sinar matahari itu.
Paus menyatakan tanggal 22 Oktober sebagai hari peringatan Yohanes Paulus II.
Marie Simon-Pierre Normand, biarawati Perancis berusia 50 tahun yang menyatakan kesembuhannya dari penyakit parkinson sebagai mukjizat melalui perantaraan almarhum Paus itu, terlihat tersenyum dan bertepuk tangan pada upacara yang emosional itu.
Kesembuhan Normand telah diakui sebagai mukjizat yang memberikan alasan beatifikasi Yohanes Paulus II setelah bertahun-tahun penyelidikan oleh Vatikan. Sebuah mukjizat kedua yang terbukti kini diperlukan agar Yohanes Paulus II diangkat menjadi santo dan Vatikan telah memeriksa ratusan mukjizat yang dilaporkan.
Lapangan Santo Petrus penuh sesak dan umat memadati sampai sejauh Sungai Tiber, lebih dari setengah kilometer dari lapangan itu. Ini adalah kumpulan massa terbesar di Roma sejak pemakamannya enam tahun lalu, yang dihadiri 4 juta orang. Para peziarah bergerak menuju kawasan Vatikan dari segala penjuru mulai sebelum fajar untuk mendapatkan tempat yang baik.
Polisi memperkirakan, massa di kawasan Vatikan sekitar 1,5 juta orang. Banyak dari mereka bermalam di lapangan itu, yang berhiaskan poster-poster almarhum Paus itu dan salah satu perkataannya yang paling terkenal, "Janganlah takut!"
Banyak dari umat adalah peziarah dari Polandia, negara asal Yohanes Paulus II. Puluhan bendera putih-merah Polandia tampak di atas massa. 
Sejumlah 86 delegasi resmi seluruh dunia, termasuk anggota lima keluarga kerajaan Eropa dan 16 kepala negara, menghadiri beatifikasi itu. Delegasi resmi itu termasuk Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, yang gencar dikritik atas pelanggaran HAM di negaranya. Mugabe dilarang bepergian ke Uni Eropa, tetapi Vatikan bukan anggota Uni Eropa.
Para ahli mengatakan, beatifikasi itu bisa membantu Vatikan membersihkan citra yang ternoda oleh berbagai skandal rohaniwan paedofil. Namun, ada juga yang mengkritik dipercepatnya prosedur yang biasanya makan waktu puluhan hingga ratusan tahun itu.
Masa kepausannya dari tahun 1978 sampai 2005 membantu menginspirasi gerakan religius awam dan kelompok muda.
Peti jenazah Paus Yohanes Paulus II digali kembali dari makam di bawah Basilika Santo Petrus dan ditempatkan di depan altar utama. Peti jenazah itu akan berada di sana dan basilika itu akan tetap dibuka sampai semua pengunjung, yang ingin melihatnya, telah melihatnya. Peti itu kemudian akan dipindahkan ke tempat baru di bawah sebuah altar di kapel sisi dekat patung Pieta.
sumber : mirifica.net / (kompas.com)




Comments
BEATO YOHANES PAULUS II
BEATO YOHANES PAULUS II
Oleh: Shirley Hadisandjaja Mandelli
Pondok Renungan, Milano, 1 Mei 2011.
Hari ini, 1 Mei, Hari Raya Kerahiman Ilahi, dihadapan sekitar 1 juta orang baik umat Katolik dan non-Kristiani, antara pukul 10.00-10.30 waktu Italia, Bapa Suci Benediktus XVI menyambut kerinduan dan permohonan dari Vikar General Tahta Suci untuk Keuskupan Roma dan seluruh umat dari Gereja Katolik untuk mengakui berdasarkan Otoritas Gereja Katolik dan memproklamasikan Venerabile Yohanes Paulus II sebagai BEATO (Yang Diberkati).
Hari ini, Venerabile Yohanes Paulus II masuk ke dalam Persekutuan Orang Kudus dan Diberkati. Pesta Perayaannya ditetapkan oleh Gereja Katolik setiap tanggal 22 Oktober.
Sesaat setelah Bapa Suci mengumumkan pengakuan Gereja atas kesucian paus dari Polandia itu, pada bagian atas tengah dari Basilika Santo Petrus dilepaskan kain putih yang sebelumnya menutupi foto besar Yohanes Paulus II yang diambil pada tahun 1995.
Setelah itu, Suster Marie Simon Pierre yang menerima Rahmat Kesembuhan dari Allah berkat perantaraan Yohanes Paulus II dan Suster Tobiana membawa ke hadapan Paus Benediktus sebuah ampul yang berisikan darah Beato yang amat dikasihi umat itu. Bapa Suci menerimakan ampul suci itu dan menciumnya.
Bapa Suci dalam Homilinya, mengingat penyebab utama dari masa kepausan Beato baru, yang diungkapkannya dengan penuh semangat dan gembira dalam Misa Kudusnya yang pertama di Lapangan Santo Petrus: "Jangan takut. Bukalah semua pintu bagi Kristus!". Paus juga mengatakan bahwa hari ini adalah hari pertama bulan Mei, yaitu bulan Maria; dan juga adalah peringatan Santo Yoseph pekerja. "Elemen-elemen ini memperkaya doa kita, membantu kita yang masih dalam peziarahan duniawi; sementara di Surga, sungguh berbeda, hari ini adalah pesta diantara para Malaikat dan Orang-orang Kudus! Namun demikian, hanya satu Allah, dan dia adalah Kristus Tuhan, yang bagaikan sebuah jembatan menghubungkan Langit dan bumi, dan kita saat ini merasa lebih dekat lagi, hampir terasa ikut serta di dalam Liturgi Abadi."
Sri Paus juga mengingat pengalaman pribadinya bekerja selama 23 tahun bagi Beato Yohanes Paulus II, saat dia diangkat menjadi Kepala Kongregasi Bagi Doktrin Iman. "Pelayanan saya telah didukung oleh semangatnya yang dalam, oleh kekayaan intuisinya." Paus melanjutkan, "Pribadinya yang sangat sederhana, mengakar dalam persatuan dengan Kristus, membuatnya mampu melanjutkan dan memimpin Gereja dan memberikan kepada dunia sebuah pesan yang lebih tepat lagi terlebih pada saat kondisi fisiknya menurun. Demikian, dia telah merealisasikan dengan cara yang luar biasa panggilan dari semua Imam dan Uskup: menjadi satu semuanya dengan Yesus, yang setiap hari menerima dan memberikan di dalam Ekaristi."
Paus Benediktus XVI kemudian menutup homili dengan berkata," Terberkatilah engkau, Paus Yohanes Paulus II tercinta, karena engkau telah percaya! Teruslah - kami mohon kepadamu - mendukung dari Surga, iman dari Umat Allah. Sering kali engkau memberkati kami di lapangan ini....Hari ini kami mohon kepadamu: Bapa Suci, berkatilah kami! Amen."
Sementara itu, di pagi hari saat menunggu beatifikasi, peti Yohanes Paulus II telah di pindahkan dari Grotta Vatikan menuju bagian dalam Basilika dan ditempatkan di hadapan Altar pusat, yang dinamakan Altar "Pengakuan".
Demikianlah, setelah upacara beatifikasi selesai, Paus dan para Kardinal menjadi yang pertama, lalu disusul para delegasi resmi, dan akhirnya barisan umat yang menyerupai ular, berbaris dan melakukan adorasi di hadapan peti.
Saat adorasi selesai nanti, peti tersebut akan di bawa ke tempat semayamannya yang pasti yaitu di dalam kapel Santo Sebastianus, dekat dengan patung Pietà di Micheangelo.
Menanggapi keinginan umat Allah agar Yohanes Paulus II dikanoniasi sebagai Santo (Orang Kudus), Kardinal Angelo Amato, kepala dari Kongregasi Penyebab Orang Kudus, meyakinkan bahwa dia sedang bekerja dengan "kecepatan" yang sama sehingga tahap akhir ini dapat terealisasi. Sudah banyak laporan-laporan mukjizat masuk ke Vatikan dari seluruh dunia, sehingga seharusnya tidak sulit untuk memberikan pengakuan atas mukjizat kedua yang terjadi berkat perantaraan Paus asal Polandia itu.
(Oleh Shirley Hadisandjaja Mandelli, dari Italia)
sumber : www.pondokrenungan.com
**Foto-foto dapat dilihat di link:
http://www.facebook.com/beritakatolik#!/notes/berita-katolik/laporan-dari-vatikan-beato-yohanes-paulus-ii/10150565967090538
Shirley Hadisandjaja Mandelli
Email: sicilia_shirley@yahoo.com
Mata-mata Partai Komunis